Rangkuman Bab Reproduksi Pada Manusia Kelas XI IPA Semester 1

Thursday, October 4, 2012




female_reproductive_system_lateral
female_reproductive_system_lateral




Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi.
1.Organ Reproduksi

Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).
Ovarium
Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 � 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi.
Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.

Saluran reproduksi

Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.

Oviduk
Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
Uterus

Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.

Vagina
Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.

Organ reproduksi luar
Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris.

Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada klitoris terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah.

2.Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer.

Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman).
Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Ketika mencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya.

Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer).

Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk, meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.

Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.

3.Hormon pada Wanita
Pada wanita, peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi.

Siklus menstruasi
Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi.
Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi, patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting, yaitu ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (� n) menstruasi. Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pasca-ovulasi.
Fase menstruasi
Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL.

Fase pra-ovulasi
Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. Selama pertumbuhannya, folikel juga melepaskan hormon estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma.

Fase ovulasi
Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14.
Fase pasca-ovulasi
Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu progesteron. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan.
Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. Pada kondisi ini, hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH, sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya.

4.Fertilisasi
Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk. Namun, sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder, pertama-tama sperma harus menembus berlapis-lapis sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata. Kemudian, sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata, yaitu zona pelusida. Zona pelusida merupakan lapisan di sebelah dalam korona radiata, berupa glikoprotein yang membungkus oosit sekunder.
Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkan enzim dan atau senyawa tertentu, sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung.
Pada sperma, bagian kromosom mengeluarkan:
hialuronidase
Enzim yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata.
akrosin
Protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida.
antifertilizin
Antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.
Oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu, yaitu fertilizin yang tersusun dari glikoprotein dengan fungsi :
  • Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat.
  • Menarik sperma secara kemotaksis positif.
  • Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder.
Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder, sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya. Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekunder , sehingga dari seluruh proses meiosis I sampai penyelesaian meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yang disebut inti oosit sekunder.
Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti (nukleus) pada kepala sperma akan membesar. Sebaliknya, ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian, inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom.

5.Gestasi (Kehamilan)
Zigot akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Dalam perjalannya ke uterus, zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel yang sama besarnya, dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula.
Morula akan terus membelah sampai terbentuk blastosit. Tahap ini disebut blastula, dengan rongga di dalamnya yang disebut blastocoel (blastosol). Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam.
Sel-sel bagian luar blastosit
Sel-sel bagian luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus. Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait. Sel-sel trofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-sel endometrium. Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas agar zigot berkembang lebih lanjut. Kemudian, trofoblas beserta sel-sel lain di bawahnya akan membelah (berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan.

Berbagai macam membran kehamilan berfungsi untuk membantu proses transportasi, respirasi, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Selain itu, adanya lapisan-lapisan membran melindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar, termasuk kekeringan.
Sakus vitelinus

Sakus vitelinus (kantung telur) adalah membran berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Sakus vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah pertama embrio. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblas membentuk korion.
Korion
Korion merupakan membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio. Korion membentuk vili korion (jonjot-jonjot) di dalam endometrium. Vili korion berisi pembuluh darah emrbrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat di dalam endometrium uterus. Korion dengan jaringan endometrium uterus membentuk plasenta, yang merupakan organ pemberi nutrisi bagi embrio.
Amnion
Amnion merupakan membran yang langsung melingkupi embrio dalam satu ruang yang berisi cairan amnion (ketuban). Cairan amnion dihasilkan oleh membran amnion. Cairan amnion berfungsi untuk menjaga embrio agar dapat bergerak dengan bebas, juga melindungi embrio dari perubahan suhu yang drastis serta guncangan dari luar.
Alantois
Alantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari). Tali pusar menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. Di dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat-zat makanan dan oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme, seperti karbon dioksida dan urea untuk dibuang oleh ibu.

Sel-sel bagian dalam blastosit
Sel-sel bagian dalam blastosit akan berkembang menjadi bakal embrio (embrioblas). Pada embrioblas terdapat lapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Permukaan ektoderm melekuk ke dalam sehingga membentuk lapisan tengah (mesoderm). Selanjutnya, ketiga lapisan tersebut akan berkembang menjadi berbagai organ (organogenesis) pada minggu ke-4 sampai minggu ke-8.
Ektoderm akan membentuk saraf, mata, kulit dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limpa dan kelenjar kelamin. Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan dan pernapasan.
Selanjutnya, mulai minggu ke-9 sampai beberapa saat sebelum kelahiran, terjadi penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang pesat. Masa ini disebut masa janin atau masa fetus.

6.Persalinan
Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Pada persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Penyebab peningkatan kepekaan dan aktifitas uterus sehingga terjadi kontraksi yang dipengaruhi faktor-faktor hormonal dan faktor-faktor mekanis.
Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus, yaitu estrogen, oksitosin, prostaglandin dan relaksin.
Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh plasenta yang konsentrasinya meningkat pada saat persalinan. Estrogen berfungsi untuk kontraksi uterus.
Oksitosin
Oksitosin dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin. Oksitosin berfungsi untuk kontraksi uterus.
Prostaglandin

Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin. Prostaglandin berfungsi untuk meningkatkan intensitas kontraksi uterus.
Relaksin
Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. Relaksin berfungsi untuk relaksasi atau melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan.
7.Laktasi
Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar (duktus kelenjar) yang belum berkembang.
Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin. Selain mammotropin, ada juga sejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh plasenta, sehingga sistem saluran-saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar. Walaupun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan fisik kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu. Sebaliknya, hormon prolaktin memiliki efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu meningkat dari minggu ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion manusia, yang juga memiliki sifat laktogenik ringan, sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu.

Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita

Gangguan menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 � 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi.
Kanker genitalia
Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks dan ovarium.
Kanker vagina
Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.
Kanker serviks
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.
Kanker ovarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru.
Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser.
Infeksi vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri.



I k h t i s a r
1. Alat-alat reproduksi dalam pria terdiri atas testis, saluran reproduksi, dan kelenjar kelamin.

2. Testis berfungsi sebagai penghasil hormon dan sperma. Saluran reproduksi meliputi epididimis, vas
deferens, saluran ejakulasi, dan uretra. Sementara, kelenjar kelamin yang berperan dalam sekresi

getah kelamin, meliputi vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretralis (kelenjar
Cowper).

3. Alat reproduksi luar pria meliputi penis dan skrotum. Penis berfungsi sebagai alat kopulasi atau senggama.

Sementara, skrotum berfungsi sebagai kantung pelindung testis.
4. Proses spermatogenesis meliputi spermatoganium (2n = diploid) menjadi spermatosit primer (2n),

kemudian melalui meiosis I menjadi dua spermatosit sekunder (n = haploid). Dengan meiosis II,
spermatosit sekunder menjadi spermatid (n), dan berkembang menjadi sperma matang.

5. Hormon yang berperan dalam spermatogenesis yakni hormon gonadotropin, hormon FSH dan LH,
dan hormon testosteron.
6. Alat reproduksi dalam wanita meliputi ovarium, saluran reproduksi, uterus, dan vagina.
7. Ovarium berfungsi sebagai bagian yang menyimpan sel telur. Saluran reproduksi wanita berupa
tuba falopi. Uterus merupakan tempat menempel dan berkembangnya sel telur yang dibuahi menjadi
embrio. Sedangkan vagina merupakan saluran kelahiran bayi dan sebagai tempat kopulasi.

8. Alat reproduksi luar terdiri atas vulva, mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, dan selaput
dara (himen)

9. Proses oogenesis diawali dengan membelahnya oogonium (2n) menjadi oosit primer. Oosit primer

membelah menjadi satu oosit sekunder dan satu badan kutub primer, kemudian menjadi satu ootid
dan tiga badan kutub sekunder. Ootid akan menjadi sel telur, sementara badan kutub sekunder
menghilang.

10. Hormon yang berperan dalam reproduksi wanita ialah hormon FSH, hormon LH, hormon estrogen,

dan hormon progesteron.

11. Menstruasi ialah meluruhnya endometrium karena sel telur tidak dibuahi oleh sperma.

12. Fertilisasi merupakan peluruhan sperma dan sel telur menjadi zigot pada oviduk.
13. Kehamilan terjadi bila zigot hasil fertilisasi berkembang menjadi embrio dan menempel pada endometrium
(implantasi).
14. Tahapan kelahiran yakni dilatasi serviks, ekspulsi, dan laktasi.

15. Gangguan sistem reproduksi manusia antara lain kanker genetalia, prostatis, hipoganadisme,dan

mandul. Sementara teknologi reproduksi yang digunakan meliputi amniosentesis, pindai bunyi ultra,
bayi tabung, dan kontrasepsi.

Rangkuman



1. Sistem reproduksi berfungsi membentuk suatu individu
baru untuk kelanjutan generasi suatu spesies makhluk
hidup. Pada hewan, terdapat dua jenis reproduksi,
yaitu reproduksi aseksual dan reproduksi seksual.
Reproduksi aseksual merupakan proses pembentukan
individu baru tanpa melalui peleburan sel telur (ovum)
dan sel sperma. Reproduksi seksual merupakan proses
pembentukan individu baru melalui peleburan ovum
dan sperma.

2. Pada manusia, sistem reproduksi didukung oleh organorgan

reproduksi. Organ reproduksi tersebut terbagi
menjadi organ reproduksi pria dan organ reproduksi
wanita.

3. Organ reproduksi pria dibagi dua, yaitu organ reproduksi

bagian luar yang terdiri atas penis dan skrotum,
sedangkan organ reproduksi bagian dalam terdiri atas
testis, saluran pengeluaran dan kelenjar aksesoris.

4. Organ reproduksi wanita dibagi menjadi reproduksi

bagian luar yang terdiri atas labia mayora dan labia
minora, sedangkan organ reproduksi bagian dalam
terdiri atas ovarium, tuba Fallopi, uterus, dan vagina.

5. Organ reproduksi pada pria menghasilkan sperma yang

diproduksi oleh testis dan organ reproduksi. Pada wanita
menghasilkan ovum yang diproduksi oleh ovarium.

6. Gametogenesis merupakan proses pembentukan

gamet (sel kelamin). Gametogenesis dibagi menjadi
dua, terdiri atas spermatogenesis, yaitu proses
pembentukan gamet jantan (sperma) dan oogenesis,
yaitu pembentukan gamet betina (ovum).

7. Menstruasi merupakan fase pada saat terjadi peluruhan

dinding uterus yang menebal (endometrium).
Menstruasi terjadi apabila tidak ada implantasi embrio
pada endometrium. Fase menstruasi dipengaruhi oleh
hormon estrogen dan progesteron.


8. Fertilisasi antara sperma dan ovum terjadi di oviduct.
Fertilisasi akan menghasilkan zigot yang bersifat
diploid. Zigot berkembang melalui pembelahan sel
yang disebut morula, kemudian pembelahan berlanjut
menjadi blastula dan berimplantasi di endometrium.

9. Proses kehamilan dimulai pada saat embrio implantasi

di endometrium. Blastula akan terus berkembang
menjadi gastrula, kemudian berkembang ke tahap
organogenesis sampai janin memiliki organ yang
lengkap. Proses kehamilan ini dipengaruhi oleh HCG
yagn dapat merangsang pengeluaran hormon estrogen
dan progesteron.

10. Gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi

manusia dapat disebabkan oleh faktor tumor, infeksi
virus, bakteri serta kelainan fisiologis pada organ
reproduksi. Gangguan pada sistem reproduksi tersebut
contohnya endometriosis, impotensi, prostatitis,
infertilitas dan kanker serviks.

11. Sistem reproduksi pada tumbuhan dapat terjadi secara

vegetatif dan generatif.

12. Reroduksi vegetatif di bagi menjadi dua, yaitu

reproduksi vegetatif alami yaitu terjadi tanpa campur
tangan manusia, contohnya, rozom, stolon, kormus,
dan umbi. Adapun reproduksi vegetatif buatan terjadi
dengan bantuan manusia, contohnya setek,
merunduk, dan okulasi.

13. Reproduksi generatif pada tumbuhan terjadi melalui

peleburan antara gamet jantan yang terdapat di
benang sari, dan ovum yang terdapat di putik.



Dampak Negatif Meminum Obat-Obatan

Minum Obat melulu. -_-

Apa ga cape ya?? oBAT ITU SELALU ADA EFEK SAMPINGNYA. percaya ato enggak tapi coba kalian buktikan. mending menggunakan obat herbal aja yang alami. Yang alami itu pasti sehat. :)



Jakarta, Minum obat itu tak hanya sekedar meredakan penyakit atau gangguan medis yang Anda alami namun juga memiliki efek samping seperti halnya sakit perut atau menyebabkan kantuk. Namun ternyata konsumsi obat juga berpengaruh terhadap kesehatan mulut.

"Banyak orang yang tak menyadari hal ini," kata Dr. Gigi Meinecke, seorang dokter gigi yang berdomisili di Potomac, Md sekaligus jubir Academy of General Dentistry.

Untuk lebih jelasnya, simak 5 jenis efek samping yang biasa dialami pasien yang mengonsumsi obat-obatan tertentu berikut cara mengatasinya seperti dikutip dari health24, Selasa (14/8/2012).

1. Mulut kering

Selain rasanya tidak nyaman, kondisi mulut kering yang berlebihan juga membuat mulut Anda rentan terserang infeksi gusi, gigi berlubang dan kerusakan gigi.

Penyebab:
Ratusan jenis obat-obatan dapat menyebabkan mulut kering, termasuk antasida, antihistamin, antidepresan, dekongestan, pereda nyeri, obat tekanan darah tinggi dan penurun kolesterol serta obat untuk mengatasi urinary incontinence atau ketidakmampuan diri untuk mengendalikan keluarnya urin.

Solusi:
Minum air putih atau menghisap es batu secara rutin sepanjang hari dan meletakkan pelembab ruangan di dalam kamar tidur Anda. Hindari minuman beralkohol dan pasta gigi yang mengandung natrium sulfat karena dapat memperburuk kondisi mulut kering Anda.

Tanyakan juga pada dokter atau dokter gigi apakah Anda bisa menggunakan gel pelembab yang dijual bebas untuk merangsang produksi air liur atau tidak.

2. Warna gigi berubah
Biasanya perubahan warna giginya tidak terjadi secara menyeluruh.

Penyebab:
Antibiotik seperti tetrasiklin, Cipro dan penisilin.

Solusi:
Jika perubahan warnanya terjadi di bagian luar gigi, dokter gigi bisa membersihkannya dengan mudah. Tetapi jika yang berubah adalah warna gigi di sepanjang garis gusi atau antargigi maka dokter gigi harus menghilangkan warnanya dengan alat penggosok khusus yang disebut Prophy-Jet.

3. Gusi tumbuh berlebihan

Beruntung kondisi ini jarang terjadi namun tak bisa diremehkan begitu saja. Selain tak sedap dipandang, gusi yang tumbuh berlebih dapat menimbulkan banyak plak penyebab gigi berlubang dan masalah lainnya.

Menurut Meinecke, orang-orang yang higienitas mulutnya buruk cenderung mengalami kondisi ini sebagai respons terhadap konsumsi obat-obatan tertentu.

Penyebab:
Penggunaan obat-obatan anticonvulsant dalam jangka waktu lama, calcium channel blockers (CCB) atau imunosupresan.

Solusi:
Teliti menggosok gigi dan flossing sangat penting dilakukan saat mengonsumsi jenis obat-obatan di atas. Jika gigi Anda dipenuhi plak karena pertumbuhan gusi yang tidak normal maka Anda perlu menemui dokter gigi lebih sering dari waktu yang biasa direkomendasikan yaitu dua kali setahun.

4. Gigi gemeretak (bruxism)

Gigi yang bergemeretak atau bergesekan dengan sendirinya dapat mengakibatkan nyeri rahang dan membahayakan enamel gigi.

"Jika orang-orang biasa mengalaminya di malam hari, bisa jadi mereka malah tidak menyadarinya," ungkap Meinecke, namun sejumlah orang juga mengalaminya di siang hari.

Penyebab:
Beberapa jenis serotonin reuptake inhibitor antidepressants (SSRI) tertentu seperti Prozac, Celexa, Paxil dan Effexor.

Solusi:
Mintalah dokter gigi untuk membuatkan model gigi Anda agar bisa diketahui apakah perubahan ukuran dan bentuk gigi dari waktu ke waktu bisa berpengaruh terhadap kondisi gigi bergemeretak yang Anda alami.

Jika hal itu hanya terjadi di malam hari, menggunakan mouthguard saja sudah cukup membantu. Sebaliknya, jika kondisi ini terjadi setiap hari dan setiap waktu, mintalah dokter Anda untuk mengganti antidepresan Anda dengan obat lain yang bisa dikonsumsi bersama dengan antidepresan untuk membantu mengurangi efek sampingnya.

5. Pendarahan

Obat-obatan tertentu dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk membeku sehingga menyebabkan masalah pendarahan selama Anda menjalani pengobatan mulut.

Penyebab:
Obat-obatan antikoagulan (seperti Coumadin) dan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (seperti Aspirin).

Solusi:
Lakukan perawatan gigi secara teliti seperti menggosok gigi atau flossing dengan lembut dan pastikan dokter gigi Anda tahu bahwa Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu sehingga dia bisa melakukan sesuatu untuk meminimalisir pendarahannya.

"Namun mungkin Anda harus menghentikan penggunaan obat-obatan itu sebelum selesai menjalani pembersihan atau perawatan gigi," catat Meinecke.

Sumber : http://health.detik.com/read/2012/10/03/172921/2053916/775/ini-dia-si-anak-anak-indigo





Dalam mengonsumsi obat kita pernah mendengar adanya efek samping obat. Sebenarnya apa ya efek samping obat itu? Berikut adalah beberapa testimoni yang kami dapatkan mengenai efek samping obat.
�Akibat kalau kita minum obat itu ada dua, positif dan negatif. Nah, efek samping obat itu yang negatif. Contohnya alergi. Ya bahaya lah, apalagi kalau efek sampingnya seperti membuat detak jantung lebih cepat.� (Arie Undaya, Pegawai Swasta)
�Maksudnya yang suka ada di kemasan obat itu? Efek samping itu pokoknya selain ikut mengobati, obat juga menimbulkan efek lainnya. Contohnya mual, mulut kering. Kalau nggak bahaya sih nggak apa-apa. � (Gine, Pegawai Lembaga Administrasi Negara)
�Efek  yang ditimbulkan setelah pemakaian obat, baik langsung atau nggak langsung. Contohnya ngantuk, mual. Bahaya nggaknya tergantung dosisnya.� (Andri, Mahasiswa Magister Teknik Material ITB)
�Efek samping obat itu misalnya badan jadi panas. Bahaya, bisa ketergantungan. Obat juga kan makhluk asing yang dimasukkin ke tubuh.� (Faisal, Pengajar Primagama)
�Efek samping obat itu ketergantungan, ngantuk. Bahaya? Nggak juga. Kalau efek sampingnya tidur, nggak bahaya soalnya biar tidur. Kalo yang ketergantungan ga terlalu bahaya sih tapi ntar keseringan minum obat jadi banyak bahan kimia di tubuhnya.� (Devy, Mahasiswi Matematika UNPAD)
�Efek samping obat itu misalnya mengantuk, jantung berdebar, mulut kering.  Menurut aku nggak bahaya selagi pas waktu minum obat itu nggak lagi kerja atau sesuai dengan dosis yang dianjurkan.� (Cahya, Teknisi Bengkel Mobil)
�Efek samping obat itu ngantuk. Bahaya? Tergantung kondisinya, nggak bahaya kalo orang sakit trus istirahat. Yang bahaya kalo makan obat, trus ngantuk trus lagi nyetir gitu.� (Hafni, ODP Bank Mandiri)
�Setiap efek yang tidak dikehendaki yang dapat merugikan pasien yang meminum obat tersebut. Misalnya, mual, muntah, pusing. Nggak semuanya bahaya sih, misalnya kalo obat tersebut efek sampingnya menyebabkan kantuk, balik lagi ke kitanya yang minum obat, berarti jangan minum obat dalam berkendaraan atau sedang beraktivitas karena akan mengganggu aktivitas kita.� (Deri, Staf Biro Perencanaan ITB)
�Efek samping obat itu ngantuk. Bahaya, karena kalo misalnya lagi bawa motor ngantuk kan bisa bahaya.� (Teguh,  Mahasiswa Teknik Mesin ITB)
Ngantuk. Tergantung, ngantuk kan biar bisa bikin istirahat. Tapi kalo mau pergi-pergi pake kendaraan kalo ngantuk ya bisa bahaya.� (Eni, Pembantu Rumah Tangga)

Hmm.. kalau kita perhatikan pendapat mereka, ada kata-kata efek negatif, alergi, mual, muntah, dan kebanyakan juga menyertakan ngantuk sebagai salah satu efek samping obat. Ya, pendapat tersebut ada benarnya. Tapi untuk lebih jelasnya yuk kita bahas sedikit mengenai fenomena ini.
Memang betul bahwa selain memberikan efek terapi yang diharapkan, obat juga dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan yaitu efek samping obat. Hal ini dapat terjadi karena adanya interaksi antara molekul obat dengan tempat kerjanya. Jadi, suatu obat yang bekerja pada tubuh kita tidak selalu bekerja secara spesifik, ia dapat bekerja pada suatu reseptor tertentu yang terdistribusi luas pada jaringan tubuh. Jika interaksi ini terjadi maka ada efek lain yang dapat timbul.
Faktor-faktor pendorong terjadinya efek samping obat dapat berasal dari faktor pasien dan dari faktor obatnya sendiri.
1. Faktor pasien. Yaitu faktor intrinsik yang berasal dari pasien, seperti umur, faktor genetik, dan penyakit yang diderita
  • Umur
Pada pasien anak-anak (khususnya bayi) sistem metabolismenya belum sempurna sehingga kemungkinan terjadinya efek samping dapat lebih besar, begitu juga pada pasien geriatrik (lansia) yang kondisi tubuhnya sudah menurun.
  • Genetik dan kecenderungan untuk alergi
pada orang-orang tertentu dengan variasi atau kelainan genetik, suatu obat mungkin dapat memberikan efek farmakologi yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan timbulnya efek samping. Genetik ini juga berhubungan dengan kecenderungan terjadinya alergi. Contohnya pada penisilin, sekitar 1-5% orang yang mengonsumsi penisilin mungkin mengalami reaksi alergi.
  • Penyakit yang diderita
Untuk pasien yang mengidap suatu penyakit tertentu, hal ini memerlukan perhatian khusus. Misalnya untuk pasien yang memiliki gangguan hati atau ginjal, beberapa obat dapat menyebabkan efek samping serius, maka harus dikonsultasikan pada dokter mengenai penggunaan obatnya.
 2. Faktor intrinsik dari obat, yaitu sifat dan potensi obat untuk menimbulkan efek samping, seperti pemilihan obat, jangka waktu penggunaan obat, dan adanya interaksi antar obat.
  • Pemilihan obat
Setiap obat tentu memiliki mekanisme kerja yang berbeda-beda, tempat kerja yang berbeda, dan tentunya efek yang berbeda pula. Maka dari itu, harus diwaspadai juga efek samping yang mungkin terjadi dari obat yang dikonsumsi
  • Jangka waktu penggunaan obat
Efek samping beberapa obat dapat timbul jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Contohnya penggunaan parasetamol dosis tinggi pada waktu lama akan menyebabkan hepatotoksik atau  penggunaan kortikosteroid oral pada jangka waktu lama juga dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius seperti moonface, hiperglikemia, hipertensi, dan lain-lain. Lain lagi dengan penggunaan AINS (anti inflamasi non steroid) berkepanjangan, dapat muncul efek samping berupa iritasi dan nyeri lambung.
  • Interaksi obat
Interaksi obat juga merupakan salah satu penyebab efek samping. Ada beberapa obat ketika dikonsumsi secara bersamaan, akan muncul efek yang tidak diinginkan. Contohnya kombinasi antara obat hipertensi inhibitor ACE dengan diuretik potasium-sparing (spironolakton) dapat menyebabkan hiperkalemia.
Hmm.. jadi efek samping obat yang terjadi dapat bermacam-macam ya, mulai dari efek yang ringan seperti yang banyak disebutkan di atas: mengantuk, mual, alergi, pusing, dan lain-lain. Bahkan ada juga yang cukup berat seperti seperti syok anafilaksis, gangguan pada saluran cerna (nyeri lambung), gangguan pada darah, gangguan pada pernapasan, dan sebagainya.
Masalah efek samping obat tidak boleh dikesampingkan begitu saja oleh karena dapat menimbulkan dampak negatif seperti: ketidaknyamanan pasien dalam mengonsumsi obat yang dapat berujung pada kegagalan terapi, timbulnya keluhan gejala penyakit baru karena obat , dan adanya efek psikologik penderita yang menyebabkan menurunnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat.
Lalu bagaimana usaha kita untuk mengatasi bila terjadi efek samping obat?
Sebenarnya tidak semua efek samping berakibat buruk, contohnya efek samping mengantuk yang ditimbulkan bila kita mengonsumsi obat flu, obat batuk, atau obat alergi seperti CTM. Efek kantuk yang ditimbulkan tidak perlu diatasi, karena efek ini dibutuhkan pasien untuk bisa istirahat. Tapi bagaimana dengan efek samping yang menganggu seperti mual muntah akibat kemoterapi? Atau nyeri lambung akibat penggunaan AINS? Pada pasien yang menjalani kemoterapi dan merasa mual bisa diatasi dengan obat antimual, tentunya sesuai dengan resep dokter. Pasien rematoid artritis yang harus mengonsumsi AINS dalam jangka waktu panjang dapat mengatasi nyeri lambungya dengan obat-obatan gastrointestinal sesuai anjuran dokter.
Nah, tentunya selain melakukan usaha mengatasi efek samping, kita juga harus lebih waspada pada penggunaan obat untuk mencegah timbulnya efek samping. Hal-hal yang dapat kita lakukan antara lain:
  • Berikan perhatian khusus terhadap konsumsi obat dan dosisnya pada anak dan bayi, usia lanjut, dan pasien-pasien yang juga menderita gangguan ginjal, hati dan jantung.
  • Perhatikan petunjuk pada leaflet/ kemasan obat. Biasanya tertera efek samping yang mungkin terjadi, dengan begitu kita akan menjadi lebih waspada.
  • Perhatikan juga riwayat alergi yang terjadi. Bisa ditelusuri dari riwayat alergi yang terjadi di keluarga maupun alergi obat yang pernah terjadi.
  • Gunakan obat dengan indikasi yang jelas dan tepat, sesuai dengan yang diresepkan dokter.
  • Hindari pengobatan dengan berbagai jenis obat dan kombinasi sekaligus
  • Bila dalam pengobatan terjadi gejala penyakit baru, atau kondisi malah tidak membaik, selalu ditelaah lebih dahulu, apakah perubahan tersebut karena perjalanan penyakit, komplikasi, kondisi pasien memburuk, atau justru karena efek samping obat harus segera periksa ke dokter untuk mencegah hal yang tidak dinginkan
by Monika & Rika
Referensi:
Dwi, F.Y. 2010. Efek Samping Obat. Hilal Ahmar Jakarta.
Ikawati, Z. 2010. Cerdas Mengenali Obat. Yogyakarta: Kanisius. Hal 52-56
Stockley, I. H., 2008, Drug Interaction: A Source Book of Adverse Interactions, their Mechanisms, Clinical Importance and Management, 8th ed, Pharmaceutical Press, London.
Sukandar, E.Y., R. Andrajati, J.I Sigit, I.K. Adnyana, A.P. Setiadi, dan Kusnandar. 2009. ISO FARMAKOTERAPI. Jakarta: PT ISFI Penerbitan

Kumpulan Fakta Mengenai Tentang Biologi



Happy Reading For Science :



1. Sekitar 14% pecandu yang menggunakan jarum suntik, positif HIV.
2. Kalimat yang bisa dibaca sama dari depan dan belakang (racecar, kayak, tamat) disebut �palindrome� .
3. Siput bisa tidur selama 3 tahun
4. Diatas khatulistiwa melintas sekitar 200 satelit asing, termasuk satelit mata-mata
5. Orang di Cina lebih banyak yang berbahasa Inggris dari pada orang di Amerika
6. Karena pengaruh rotasi bumi, kalau kita melempar kearah barat, lemparan kita akan lebih jauh jatuhnya dari pada kearah timur
7. Satu dari 9000 orang menderita albino
8. Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi
9. Kita berulang tahun bersama 9 juta orang dari seluruh dunia
10. Setiap manusia dalam hidupnya rata-rata habis untuk menunggu dilampu merah selama 2 minggu  11. Botol aqua dan tempat makan plastik baru bisa terurai dengan sempurna dalam tanah setelah 50.000 tahun
12. Kucing bisa membuat lebih dari 100 bunyi vokal, anjing hanya bisa sekitar 10
13. Gigi berang-berang tak pernah berhenti tumbuh
14. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang
15. Jika boneka Barbie adalah manusia, ukurannya adalah 39-23-33 (99-58,5-84 cm). Tingginya sekitar 215 cm dan punya leher 2kali lebih panjang daripada manusia normal
16. Tikus beranakpinak sangat cepat dan dalam waktu 18 bulan, dua tikus dapat memiliki lebih dari 1 juta keturunan.
17. Memakai Headphone selama 1 jam dapat mengembangbiakan bakteri dalam kuping 700 kali lebih cepat.
18. Seekor Babon bernama �Jackie� menjadi prajurit resmi dalam angkatan bersenjata Afrika Selatan pada Perang Dunia I
19. Bibliophile adalah sebutan untuk kolektor buku-buku langka. Bibliopole adalah penjual buku-buku langka
20. Jantung ikan paus biru berdenyut 9 kali dalam semenit

21. Arabic numerals bukan berasal dari Arab, tapi diciptakan di India.
22. Kupu-kupu melihat dengan 12000 mata
23. Bulan February tahun 1865 adalah satu-satunya bulan dalam catatan sejarah yang tidak sempat mengalami bulan purnama.
24. Ayam yang sudah terpenggal lehernya masih mampu lari sepanjang lapangan bola sebelum benar-benar mati.
25. Kecoak bisa hidup 9 hari tanpa kepala, dan akan mati karena kelaparan
26. Di Bumi, satu tahun adalah 365 hari. Di planet Merkurius satu tahun adalah 2 hari
27. Umur dari capung adalah 24 jam
28. Pada Usia 3 bulan janin manusia mulai terbentuk sidik jari.
29. Butuh waktu 6 bulan untuk kuku kaki tumbuh dari bawah paling bawah sampai ujung kuku.
30. Daya ingat ikan hanya 3 detik

31. Bulan purnama 9 kali tebih terang daripada bulan setengah.
32. Untuk setiap patung memorial orang diatas kuda, jika 2 kaki depan kuda mengangkat, maka orang tersebut tewas dalam pertempuran, jika satu kaki kuda yang terangkat, maka orang tersebut meninggal karena luka dalam pertempuran, jika 4 kakinya menginjak tanah, orang tersebut meninggal secara normal.
33. Beruang dewasa dapat lari secepat kuda
34. Tulang kuda lebih banyak 18 buah dari tulang manusia
35. Ubur-ubur terdiri dari 95% air
36. Kulit Zebra adalah putih yang bergaris hitam
37. Kecuali manusia dan monyet, semua mamalia buta warna
38. Biji apel mengandung sianida
39. Tikus dan kuda tidak bisa muntah
40. Penguin adalah burung yang tidak bisa terbang tapi bisa berenang.

41. Astronot dilarang mengkonsumsi kacang sebelum menjelajah ruang angkasa karena jika buang angin dalam baju khusus astronot dapat membahayakan mereka.
42. Winston Churchill lahir di toilet wanita saat acara dansa
43. Sebelum ada pesawat jet, Jetlag disebut Boatlag
44. Kucing berkeringat melalui telapak kakinya (terutama saat mendengar gonggongan anjing)
45. Kucing tidak bisa merasakan rasa manis
46. Coklat meleleh dalam mulut karena titik lelehnya adalah 35 derajat celcius
47. Dalam perang dahulu, orang yang buta warna dibutuhkan dalam tim pendeteksi kamuflase di militer
48. Sapi tidak punya gigi atas
49. Hedenophobic berarti takut akan kesenangan.
50. Pendeta Mesir kuno mencabuti setiap helai rambut dan bulu dari badan mereka.

51. Buaya tidak bisa menjulurkan lidah.
52. Kentut sapi termasuk penyebab utama global warming
53. Semut selalu jatuh miring ke kanan jika diberi racun serangga
54. Kucing rumah benci bau lemon dan semua yang berbau sitrus
55. Donal Bebek dilarang beredar di Finlandia karena Donal tidak pakai celana
56. Nama asli Donal bebek adalah Donald Flauntleroy Duck
57. Indra perasa kupu-kupu ada dikakinya
58. Dry Ice tidak meleleh, tapi menguap
59. Mata burung unta lebih besar dari otaknya
60. Bintang laut tidak memiliki otak

61. Tiap manusia memiliki telinga yang berbeda
62. Telur segar tenggelam diair, telur yang kadaluarsa akan mengambang
63. 80% dari seluruh binatang di dunia adalah serangga
64. Kacang adalah salah satu bahan untuk membuat dinamit
65. Ratu Elizabeth I menderita Anthophobia (takut akan mawar)
66. RSVP adalah Respondez s�il Vous Plait (bahasa Prancis) yang artinya �mohon jawaban�
67. Mata manusia yang sehat (tidak buta warna) dapat menbedakan 500 jenis warna abu-abu.
68. Ikan mas yang bunting disebut �twit�.
69. Eropa adalah benua tanpa padang pasir
70. Lalat meloncat mundur saat akan terbang
71. Seekor kucing memiliki 32 otot pada tiap telinganya
72. Lebah madu dapat terbang dengan kecepatan 15 mil per jam
73. Macan mempunyai kulit yang belang,bukan hanya bulu yang belang.
74. �jiffy� adalah nama ilmiah dari 1/1000 detik.
75. Hanya 3 malaikat, Gabriel, Michael dan Lucifer yang disebut dalam injil
76. Kambing mempunya pupil mata segi empat
77. Novel pertama yang menggunakan mesin ketik adalah Tom Sawyer
78. Hamster sangat suka makan jangkrik
79. Pematik ditemukan sebelum korek api
80. Rata-rata dalam setiap batang permen coklat terdapat serangga yang meleleh bersamanya.
81. Tanduk badak terbuat dari rambutnya yang mengeras
82. Perang paling singkat dalam sejarah adalah perang Zanzibar and England tahun 1896. Zanzibar menyerah setelah 38 menit.
83. Kutu rambut sebenarnya lebih suka hidup di kulit kepala yang bersih dari pada yang kotor
84. Kulit beruang kutub sebenarnya hitam. Bulunya berwarna bening, dan tampak putih di salju.
85. Elvis mempunyai saudara kembar bernama Garon, yang meninggal saat lahir, maka nama tengah Elvis adalah Aron, untuk menghormati saudaranya.
86. Landak punya sidik jari yang mirip manusia.
87. Kuda Nil kentut lewat mulut.
88. Shakespeare yang menemukan kata �assassination� dan �bump.�
89. Mahluk yang bisa tersipu-sipu hanya manusia
90. Jika kita memelihara ikan mas dalam ruangan yang gelap, warnanya akan berubah putih.

91. Wanita berkedip dua kali lebih banyak dari pria.
92. Nama Jeep (jip) diampil dari singkatan �GP�, bahasa militer untuk General Purpose.
93. Orang yang menggunakan tangan kanan, kira-kira, 9 tahun lebih panjang umur dari orang kidal
94. Jika semua emas dalam laut ditambang, setiap manusia didunia bisa mendapat emas 20 kg.
95. Jika lever manusia berhenti bekerja, manusia akan mati dalam 8 samapai 24 jam
96. Seorang �quidnunc� adalah sebutan untuk orang yang selalu ingin tahu gosip terbaru.
97. Jika matahari tiba-tiba padam, butuh 8 menit bagi manusia untuk menyadarinya.
98. Leonardo Da Vinci yang menemukan gunting, helikopter, dan banyak alat lainnya.
99. Dalam 4000 tahun, tidak ada jenis binatang peliharaan baru.
100. 25% dari tulang manusia ada di kaki.


Bonus Kumpulan Fakta Tentang Mengenai Biologi : 

1. Jari tangan tumbuh empat kali lebih cepat dari jari kaki. Bayangkan apabila jari tangan dan jari kaki memiliki kecepatan tumbuh yang sama! Wah bisa repot ketika mau pake sepatu�

2. Pengguna tangan kanan, dalam rata-rata, hidup sembilan tahun lebih lama dari orang kidal. (Sumber survey belum tahu, tapi hal ini bisa jadi bahan skripsi haha�Mungkin yang lebih aneh adalah banyak pemimpin dunia bertangan kidal. Coba pelajari lagi Sistem Koordinasi pada Manusia untuk mengetahui belahan otak mana yang mengandalikan tangan kidal. Otak kanan?

3. Kalau kamu menggosokkan bawang ke kaki, sekitar 30 � 60 menit kamu akan bisa merasakannya. Ini karena bawang tersebut mengalir melalui aliran darah.
4. Kamu tidak akan bisa bunuh diri dengan menahan nafas (kalau kamu melakukannya sampai tak sadarkan diri, kamu akan mulai bernapas normal secepatnya). Tapi jika bunuh dirinya ditahan nafasnya oleh jeratan tali, itu lain lagi. Eiit bunuh diri dosanya besar lhoo
5. Di satu inci persegi kulit manusia terdapat 20 juta makhluk mikroskopik. makanya cuci tangan sebelum makan ya�.
6. Armadilo adalah satu-satunya makhluk hidup bukan manusia yang bisa menderita kusta. Ada juga kasus penularan penyakit ini dari armadilo ke manusia.
7. Seekor siput bisa tidur 3 � 4 tahun selama masa dia tidak membutuhkan makanan. Beruang yang berhibermnasi saja kalah.
8. Jerapah bisa hidup lebih lama tanpa air daripada unta.Wow!


9. Nyanyian paus bungkuk bisa berubah secara dramatis dari tahun ke tahun, tetapi setiap paus di seluruh samudera selalu menyanyikan lagu yang sama dengan yang lainnya.
10. Gaya yang diperlukan untuk memengangkat sebuah kaki dari pasir apung dengan kecepatan satu centimeter per detik sama dengan gaya yang dibutuhkan untuk mengankat mobil berukuran sedang.
11. Untuk menguji keaslian mutiara, kamu bisa menggosokkan vinegar ke permukaanya. Komposisi dari mutiara akan membuatnya menggelembung dengan cepat.
12. Ikan mas yang ditaruh di tempat gelap akan berubah menjadi putih. Dan kalau bukan karena pengaruh makanan, mereka akan berubah menjadi putih seluruhnya.
13. Tidak seperti lebah lainnya, penyengat ratu lebah tidak berduri dan bisa digunakan berkali-kali tanpa melukainya.
14. Pasir apung tidak dengan cepat membunuh manusia karena biasanya tidak terlalu dalam. Faktanya, sangat sulit membebaskan diri dari pasir apung dan inilah yang menyebabkan kematian.
15 Tiram bisa berubah antara jantan dan betina. Ada lagi, sejnis ikan dan DOC (anak ayam pedaging) juga bisa berganti kelamin oleh pengaruh lingkungan luar .Wuih.. Keren..
sumber : terselubung.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. berita unik dan aneh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger