Jangan Berdebat!!

Saturday, March 10, 2012


sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
??? ????? ?????? ?????? ????? ??????? ???????? ?????? ??????? ????????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ????????: ??? ????????? ???? ?????? ??????? ???? ???? ?????? ?????????
�Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal (debat untuk membantah)." Kemudian Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat: "Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. [Az-Zuhruf: 58]� (HSR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Imam Syafii berkata: �Yang kami dengar dan kami dapati dari salaf (pendahulu) kami dari para ulama, bahwa mereka membenci ilmu kalam dan berdebat dengan orang-orang menyimpang. Agama itu hanyalah dalam tunduk dan berhenti kepada apa yang ada di Al-Qur�an dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak melampuinya.�

Imam Asy-Syafii rahimahullah jg berkata:
�Berdebat dalam ilmu akan membuat keras hati dan mewariskan dendam.�

Perkataan Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah, beliau berkata:
.
�Apakah setiap datang seseorang yang lebih pandai berdebat dari orang lain, kami akan meninggalkan wahyu yang diturunkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam karena perdebatannya. Padahal Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terlah bersabda: �Wajib kalian memegang teguh sunnahku�.�

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya siapa ahli bid�ah itu. Maka beliau menjawab:
.
�Ahli Bid�ah adalah orang-orang yang berbicara tentang Nama-Nama Allah, Sifat-Sifat-Nya, Kalamullah, Ilmu-Nya, dan Taqdir Allah, dan mereka tidak diam dari perkara yang para shohabat dan tabiin diam darinya.�


Maaf jika setiap pertanyaan, saya menampilkan sisi pandang saya dahulu -jangan dipahami ini pamer ilmu, bukan saudaraku-, dan saya tetap menunggu tanggapan yang lain. Terimakasih.

Rincian tambahan

Abdus bin Malik Al-�Aththar berkata: Aku mendengar Abu Abdillah Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata:

�Pokok-pokok aqidah menurut kami adalah berpegang teguh dengan yang dipegang oleh para shohabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan meneladani mereka, serta meninggalkan bid�ah. Kardna semua bid�ah itu sesat. Dan juga untuk meninggalkan percekcok`n dan duduk-duduk bersama ahlul ahwa, serta meninggalkan perdebatan, jidal, dan percekcokan dalam agama ... Janganlah engkau cekcok dengan seorangpun dan jangan mendebatnya. Janganlah engkau mempelajari jidal, sesungguhnya ilmu kalam dalam aqidah seperti dalam masalah taqdir, ru�yah (melihat Allah di hari kiamat), Al-Qur�an, dan lainnya adalah dibenci dilarang. Tidaklah pelakunya walau dia mencocoki aqidah (yang benar) dengan ilmu kalamnya menjadi ahlussunnah, sampai dia meninggalkan jidal.�

Al-�Abbas bin Ghalib Al-Warroq berkata: Aku berkata kepada Ahmad bin Hambal: Wahai Abu Abdillah, aku duduk dalam satu majlis yang tidak ada yang
2 bulan lalu
mengetahui sunnah selainku. Kemudian ada seorang ahli kalam ahli bid�ah berbicara, apakah aku bantah dia?� Beliau menjawab: �Jangan engkau dudukkan dirimu untuk demikian ini. Beritahu kepadanya sunnah dan jangan berdebat.� Kemudian aku mengulangi perkataanku lagi, sampai beliau berkata: �Aku tidak memandangmu kecuali seorang yang suka membantah.�

Al-Auza�i rahimahullah berkata:

�Wajib kamu memegang atsar salaf (yang telah mendahului), meskipun orang-orang menolakmu. Dan hati-hati kamu dari ro�yu (logika) orang-orang, meskipun orang-orang menghiasi perkataan itu untukmu. Maka hendaklah setiap orang yang ditanya dan yang mendebat hati-hati dari masuk ke dalam perkara yang menyebabkan dia diingkari oleh yang lainnya. Dan bersungguh-sungguhlah dalam ittiba� (mengikuti) sunnah dan menjauhi perkara-perkara baru sebagaimana diperintahkan.�


Berdebat diperbolehkan jika untuk mencari kebenaran. Namun tidak boleh jika hanya sekedar untuk pembenaran atau hanya untuk mencari kemenangan dalam perdebatan.
Jika yang dicari hanya sekedar kemenangan, maka sebaiknya tinggalkan perdebatan tersebut.

Rosululloh shollallohu �alaihi wa sallam bersabda, �Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.� HR. Abu Dawud

From : Yahoo Answer
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. berita unik dan aneh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger